Tampilkan postingan dengan label Sains Dan Tekhnologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains Dan Tekhnologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 September 2011

Monster Ikan Gigi Tajam dari Laut Arktik

Ilustrasi Laccognathus embryi  

Memiliki kepala yang besar dengan mata kecil dan rahang kuat yang dilapisi gigi tajam.

Hasil telaah fosil yang dilakukan sejumlah ilmuwan membuktikan, monster laut benar-benar ada. Setidaknya di zaman prasejarah. Para peneliti mengungkap eksistensi ikan predator besar yang memiliki mulut menakutkan, dengan gigi-gigi tajam, pernah berkeliaran di perairan Amerika Utara.

Ikan bersirip lobus, yang diberi nama Laccognathus embryi, diperkirakan memiliki panjang 1,5 hingga 1,8 meter. Mahluk itu memiliki kepala yang besar dengan mata kecil dan rahang kuat yang dilapisi gigi tajam.

Hewan tersebut diperkirakan merupakan penghuni perairan dalam, mengintai mangsa dari dasar laut dan lalu menyerangnya. "Aku tak akan berani mengarungi, apalagi berenang di perairan di mana hewan itu bersembunyi," kata Edward Daeschler, peneliti sekaligus kurator vertebrata di Academy of Natural Sciences di Philadelphia, seperti diberitakan LiveScience.

Laccognathus embryi diperkirakan memangsa lungfish dan placoderma. Demikian diutarakan peneliti dari akademi yang sama, Jason Downs. "Ikan tersebut dengan rahang kuat dan gigi panjang yang tajam pastinya merupakan predator yang memakan vertebrata air lain yang hidup di perairan yang sama."

Tim menemukan, fosil berusia 375 juta tahun di Pulau Ellesmere di wilayah terpencil, teritori Nunavut, Arktik, Kanada.

Sebelumnya di lokasi yang sama, peneliti Tiktaalik roseae, binatang transisi yang dianggap 'benang merah' antara ikan dan hewan berkaki. Itu menunjukkan, kedua binatang tinggal di tempat yang sama.
"Keduanya adalah predator, ada kemungkinan mereka saling bersaing untuk mendapatkan mangsa," kata Downs. "Juga ada kemungkinan, mereka hidup di kedalaman yang berbeda, atau mengembangkan strategi mencari makan berbeda yang memungkinkan mereka menciptakan relung unik di lingkungan mereka."

Meskipun tim menemukan fosil Laccognathus embryi pertama sekitar 10 tahun lalu, spesies tersebut baru tercatat dalam edisi terbaru Journal of Vertebrate Paleontology, setelah kerja keras pengumpulan sampel tambahan dari lapangan dan proses analisis. "Penelitian ini adalah puncak dari banyak pekerjaan di lapangan, di laboratorium fosil, dan di kantor," kata Downs.
• VIVAnews

Selasa, 13 September 2011

Semut Tidak Pernah Tersesat Pulang ke Sarang

 

Perjalanan pulang lebih cepat dibandingkan dengan perjalanan saat mereka mencari makan 

perjalanan pulang jauh lebih cepat dibandingkan dengan perjalanan saat mereka mencari makan. Selain itu, semut hitam kadang mengeroyok semut merah dan mencuri makanan yang dimiliki

Rasa penasaran dengan perilaku semut membuat Anggie Arivia Tanu, siswi SD Kristen Penabur 6 Bandung, ingin mengetahui bagaimana semut selalu bisa pulang setelah jauh mencari makanan. Hal ini kemudian ia tanyakan pada gurunya.

Melihat antusiasme Anggie, sang guru mengajaknya untuk mengamati perilaku semut.

“Saya mendampingi Anggie untuk mengamati perilaku semut,” ujar Winardi, guru pembimbingnya. Dengan memberi remah-remah kue sebagai umpan, selama satu minggu mereka menghitung waktu setiap semut yang pergi mencari makan dan pulang.

Dari pengamatan awal tersebut, ada hal yang menarik untuk dicatat bahwa semut selalu pulang lebih cepat ke sarang daripada saat mereka mencari makan.  

Anggie kemudian mendapatkan ide untuk memberi penghalang bagi semut yang mencari makanan. “Selama ini perilaku semut saat berjalan saling antre berurutan. Saat diberi penghalang, semut memang kebingungan, dan berusaha mencari makanan yang ada di dekatnya,” ujar Anggie pada VIVAnews, 12 September 2011.

Hasil pencatatan waktu dengan stopwatch kemudian memperkuat fakta bahwa semut lebih cepat kembali ke sarangnya meski diberi penghalang.

Jika tidak diberi penghalang, Anggie mencatat, dalam 3 kali pengamatan, waktu yang dibutuhkan yaitu 20 detik menuju umpan, pulang 13 detik. Pengamatan kedua, 22 detik ke umpan, pulang 12 detik. Pengamatan ketiga, menuju umpan 27 detik, pulang 24 detik.

Jika diberi penghalang, tercatat pengamatan pertama, menuju umpan 49 detik, pulang 39 detik (tidak membawa makanan). Pengamatan kedua, 24 detik menuju umpan, pulang 15 detik. Dan terakhir, menuju umpan 1 menit, pulang 1 menit 59 detik.

“Ada kejadian menarik saat percobaan diberi penghalang. Semut hitam mencari jalan memutar dan mencari makanan yang dipunyai oleh semut merah,” kata Winardi, guru pendamping Anggie. Semut merah akhirnya dikeroyok, semut hitam mencuri makanan semut merah. “Di sini berlaku hukum alam, siapa yang kuat dia yang menang,” ujarnya.
Berkat penelitiannya ini, Anggie masuk dalam 9 besar bocah yang menjuarai Junior Science Award 2011 yang juri-jurinya berasal dari LIPI
• VIVAnews

Sabtu, 27 Agustus 2011

Ditemukan, Fosil Dinosaurus Terbang



 
 

Sempat diduga burung purba, Anchiornis huxleyi itu ternyata masuk keluarga dinosaurus

VIVAnews - Tim paleontologi dari China melaporkan penemuan sebuah fosil dinosaurus, yang diyakini telah berusia 150 juta tahun. Yang menarik, dinosaurus ini tampaknya memiliki empat sayap sehingga menimbulkan perspektif baru bagi kalangan ilmuwan mengenai evolusi hewan berbulu.

Laman harian USA Today mengungkapkan bahwa temuan itu dipublikasikan oleh jurnal Nature. Tim dari China itu dipimpin oleh Xing Xu dari Akademi Ilmu Pengetahuan di Beijing.

Mereka menamakan fosil itu Anchiornis huxleyi. Dinosaurus berbulu itu "menunjukkan bahwa struktur-struktur ini pertama kali berevolusi di bagian bawah perut depan dan ekor."

Awalnya, tim itu menduga fosil Anchiornis yang mereka temukan adalah burung purba. Namun, setelah penelitian fosil lebih lanjut, mereka menemukan struktur tulang yang menunjukkan bahwa spesies itu merupakan tipe dinosaurus.

Fosil itu tampaknya muncul lebih dulu dari Archaeopteryx, yang merupakan burung pertama.
• VIVAnews

Kunjungi Juga Ya.......

Kamis, 18 Agustus 2011

Kelelawar Penghisap Darah Mulai Incar Manusia

Meski kelelawar jenis ini umumnya ditemukan di Meksiko, Brazil, Chile, dan Argentina, namun dari penelitian, kawasan penyebaran hewan ini terus meluas akibat perubahan iklim.
 
Seorang remaja asal Meksiko menjadi orang pertama di Amerika Serikat yang tewas akibat kelelawar penghisap darah. Yang mengkhawatirkan, Centers for Disease Control (CDC) menyebutkan bahwa kelelawar itu kemungkinan akan menyebar ke seluruh negeri.

Pekerja migran berusia 19 tahun itu terkena rabies akibat digigit kelelawar di bagian tumitnya, 15 Juli 2010 lalu. Ia digigit di Michoacan, 10 hari sebelum berangkat ke Amerika Serikat untuk bekerja di pabrik gula, di Louisiana.

“Kasus ini merupakan kasus pertama di mana manusia tewas akibat gigitan dan  terkena virus rabies yang ditularkan oleh kelelawar penghisap darah di Amerika Serikat,” sebut laporan CDC, seperti dikutip dari Fox News, 15 Agustus 2011.

Dilaporkan, remaja itu jatuh sakit dua minggu setelah digigit karena tidak diberi vaksinasi rabies. Ia sendiri pergi berobat dengan keluhan sakit di bahu, kelelahan, gangguan di mata kiri, dan mati rasa di lengan kiri. Selain itu, ia juga mengalami masalah pernafasan dan panas tinggi.

Pada 20 Agustus, ia secara resmi didiagnosa menderita rabies. Dari penelitian terhadap jaringan otak setelah kematiannya, dikonfirmasikan bahwa penyebabnya adalah varian virus rabies yang disebarkan oleh kelelawar penghisap darah.

Meski kelelawar jenis ini umumnya ditemukan di Meksiko, Brazil, Chile, dan Argentina, namun dari penelitian, kawasan penyebaran hewan ini terus meluas akibat perubahan iklim.

“Meluasnya penyebaran kelelawar penghisap darah ke kawasan Amerika Serikat kemungkinan akan memicu meningkatnya serangan hewan ini terhadap manusia dan hewan, termasuk hewan peliharaan, ternak, dan hewan liar,” sebut CDC.

Selain itu, CDC menyebutkan, kelelawar ini juga akan mengubah dinamika dan ekologi virus rabies di kawasan selatan Amerika Serikat
• VIVAnews

Rabu, 03 Agustus 2011

Android Kuasai Hampir Separuh Pasar Ponsel

Logo Android  
 
Sistem operasi untuk ponsel yang dikembangkan Google, Android, semakin memperlihatkan determinasi di pasar ponsel. Android hampir menguasai separuh pasar ponsel dunia.

Pada kuartal kedua tahun ini, Android tercatat menguasai 48 persen pasar ponsel, menurut riset yang dilakukan Canalys.

Android semakin memperlihatkan kemajuan langkahnya sejak beberapa tahun terakhir, setelah melewati sistem operasi Symbian di kuartal akhir tahun 2010. Saat itu, Android baru menguasai 32,9 persen pasar ponsel dunia.

Namun, Android terus berkembang pesat di seluruh dunia, dengan mencapai 107,7 juta unit yang terdistribusi pasaran pada kuartal kedua 2011. Angka perkembangan ini tercatat sebesar 73 persen pertumbuhan dari tahun ke tahun (year-on-year).

Untuk angka distribusi ke pasaran, Android menjadi sistem operasi paling banyak digunakan. Smartphone berbasis Android tercatat naik 379 persen dari tahun ke tahun (year-on-year), yaitu sebanyak 51,9 juta unit.

Adapun sejumlah ponsel berbasis Android yang penjualannya ikut terdongkrak antara lain Samsung, HTC, LG, Motorola, Sony Ericsson, ZTE, dan Huawei.

Samsung bahkan melewati Nokia di pasar penjualan ponsel. Walau begitu, Nokia masih 'memegang' pasar di negara yang pertumbuhan ekonomi berkembang pesat, seperti Brasil, Rusia, India, dan Cina.

Sedangkan keadaan berbeda dialami sistem operasi iOs milik Apple. Walau iPhone menguasai pasar penjualan ponsel, namun sistem operasi iOS berada di peringkat kedua. Sistem operasi iOS tercatat menguasai 19 persen pasar. Sedangkan, posisi ketiga ditempati sistem operasi yang 'bersahabat erat' dengan Nokia, yaitu Symbian.

• VIVAnews

Rabu, 27 Juli 2011

Manusia Penghuni Kutub Puya Otak Lebih Besar

Aktivitas visual di kutub lebih tinggi, sehingga mempengaruhi peningkatan volume otak.

Penelitian terbaru menunjukkan orang yang hidup di daerah kutub mempunyai bola mata dan otak yang lebih besar. Peningkatan ukuran otak dan mata ini memungkinkan seseorang melihat lebih baik dari pada mereka yang tinggal di katulistiwa.

"Seseorang yang tinggal di daerah kutub akan memiliki bola mata 20 persen lebih besar dari mereka yang tinggal di equator," kata Kepala Institute of Cognitive & Evolutionary Anthropology Universitas Oxford, Robin Dunbar seperti dilansir laman Discovery News.

"Orang yang tinggal di garis lintang tinggi mempunyai aktivitas visual yang lebih tinggi dari pada yang tinggal di sekitar equator," tambah Dunbar.

"Intinya, mereka memiliki penglihatan lebih baik untuk mengatasi tingkat pencahayaan yang kurang di daerah garis lintang tinggi."

Untuk penelitian ini, Dunbar dan koleganya, Eiluned Pearce meneliti 55 individu dari 12 populasi berbeda. Penelitian ini difokuskan pada volume dan kapasitas tengkorak. Individu yang diteliti merupakan orang yang hidup pada 200 tahun lalu dan tengkoraknya menjadi koleksi Museum Universitas Oxford.

Penelitian menemukan hubungan yang signifikan antara garis lintang dengan volume otak. Otak terendah dimiliki oleh jenis Micronesia yang banyak tinggal disekitar garis katulistiwa dengan berat otak 40,6 ons. Sedangkan otak yang lebih besar dimiliki jenis Scandinavia yang banyak tinggal di sekitar kutub dengan berat 50,2 ons.

Tengkorak warga penghuni Kutub Utara tidak dimasukkan, tapi peneliti membuat perkiraan 20 persen lebih besar berdasarkan data yang mereka punya. Namun, para peneliti dengan cepat mengatakan volume otak ini tidak terkait dengan tingkat kecerdasan.

"Intinya, yang kami maksudkan orang memiliki otak lebih besar pada orang yang tinggal di garis lintang tinggi, bukan berarti mereka lebih cerdas. Ini hanya berarti mereka memiliki peningkatan volume otak yang digunakan untuk penglihatan dan ini telah meningkatkan ukuran otak secara keseluruhan," kata Pearce.

Bola mata yang lebih besar memungkinkan gambar yang jatuh ke daerah photoreceptor lebih kecil sehingga lebih jelas untuk membedakan. Jumlah pencahayaan di bumi semakin menurun seiring peningkatan garis lintang. Sehingga, orang-orang yang tinggal di daerah garis lintang tinggi perlu meningkatkan penglihatan.
• VIVAnews

Rabu, 20 Juli 2011

Ikuti Jejak Twitter, Google+ Incar Selebriti?


 
 
Google tampak berambisi agar jejaring sosial barunya dikenal di kalangan selebriti Hollywood. Di usia tiga minggu sejak diluncurkan, Google+ dikabarkan memiliki rencana merekrut selebriti.

Seperti dikutip dari laman CNN, sebagai permulaan Google berencana membangun sistem verifikasi yang bisa mengidentifikasi selebriti yang mendaftar akun Google+. Proses validasi ini dilakukan untuk mencegah ada orang yang meniru (impersonating) selebriti.

Menurut Brett Schulte, konsultan sosial media selebriti Hollywood dari Tweet House, proses verifikasi itu akan menyerupai stempel "Verified Account" yang selama ini digunakan Twitter.

Google masih mencari metode verifikasi yang tepat. Salah satu metode yang akan digunakan Google untuk verifikasi, menurut Schulte, antara lain meminta selebriti mengirim fotokopi SIM melalui fax ke Google.

Selain itu, Google juga akan menyusun list sejumlah agen dan konsultan yang dapat mengirim permintaan verifikasi secara langsung. "Mereka (Google+) sangat antusias memiliki selebriti," kata Schulte.

Pada tahun 2008, Google meluncurkan program percobaan di Amerika Serikat yang memungkinkan orang untuk validasi identitas mereka di profil Google-nya. Sistem itu akan mengecek nama orang dan nomor telepon, untuk kemudian diminta menyebutkan kode PIN saat dihubungi. Setelah validasi selesai, akan ada tanda "verifikasi" di profil orang yang melakukan validasi.

Stempel "Verified Accounts" di Twitter saat ini memang telah menjadi simbol status sosial seorang selebriti. Brett Schulte sendiri mengaku telah membantu sejumlah selebriti mendapatkan stempel verifikasi itu, di antaranya adalah George Michael.

Namun, juru bicara Google membantah soal rencana merekrut selebriti Hollywood. "Kami belum memberikan informasi secara detail mengenai rencana masa depan Google+," demikian keterangan juru bicara Google saat dikonfirmasi CNN. "Kami masih punya rencana untuk menambah sejumlah fitur dan fungsi untuk ditambahkan ke Google+."

Salah satu rencana fitur yang akan ditambahkan ke Google+ adalah "profil bisnis", untuk akun perusahaan. Google masih mencari metode verifikasi untuk profil perusahaan.
vivanews.com

Kamis, 14 Juli 2011

Facebook Jajaki Buka Kantor di Indonesia

Facebook sedang mempertimbangkan untuk membuka kantor perwakilan di Indonesia. Namun demikian, saat ini perusahaan jejaring sosial itu fokus ke penambahan jumlah pengguna terlebih dahulu. 
 
Facebook mempertimbangkan untuk membuka kantor cabangnya di Indonesia. Informasi itu disampaikan oleh Javier Olivian, Head of International Growth Facebook.

"Mungkin kami akan membuka kantor di Indonesia," kata Olivian, dalam presentasinya pada konferensi IDBYTE 2011, di Ballroom Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis, 14 Juli 2011.

Pertimbangan ini merupakan jawaban dari salah satu peserta konferensi yang menanyakan kemungkinan Facebook akan membuka kantornya di Indonesia. Sebab, Indonesia adalah pengguna Facebook terbesar kedua di dunia. "Indonesia itu luar biasa, sekarang menjadi pengguna Facebook terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat," ungkap Olivian.

Berdasarkan data Socialbakers.com total pengguna Facebook hingga saat ini adalah 715.208.900 pengguna. Indonesia menempati posisi kedua terbanyak pengguna Facebook di dunia dengan jumlah 39.171.320  pengguna per 14 Juli 2011 dan diikuti oleh India di peringkat ketiga dengan jumlah 30.429.860.

Jumlah pengguna Facebook asal Indonesia hanya kalah oleh Amerika Serikat yang menempati posisi pertama dengan 151.861.960 pengguna Facebook.

Hal itulah yang mejadikan pertimbangan bagi Facebook untuk membuka cabang di Indonesia. Namun, Olivian menjelaskan,  saat ini pihaknya masih berkonsentrasi terlebih dahulu kepada  pertumbuhan jumlah pengguna di situs jejaring sosial itu.

"Kami masih konsentrasi ke pertumbuhan pengguna, membuat inovasi baru dan melanjutkan apa yang ada dulu," pungkas Olivian.

Facebook merupakan salah satu peserta IDBYTE, yang merupakan acara konferensi, pameran dan penghargaan yang bertujuan untuk mengembangkan dan memajukan industri digital di Indonesia.
IDBYTE sendiri adalah pengembangan dari Bubu Awards yang telah diadakan sebanyak enam kali. IDBYTE menghadirkan sejumlah pakar dan praktisi kelas dunia untuk berbagi pengetahuan dan informasi terkini seputar strategi, teknologi dan insight di Industri digital..

Indonesia itu memang luar biasa , sampai-sampai Mark zukerberg , penggagas facebook ingin mendirikan kantor facebook di Indonesia . Wajar saja karena Indonesia adalah pengguna facebook kedua terbesar di dunia , makannya mark ingin sekali membangun kantor facebook di Indonesia .

Jumat, 08 Juli 2011

Gagak Wariskan 'Dendam' pada Keturunannya





Kemampuan ini telah membantu sepesies itu beradaptasi dengan sukses serta berkembang biak bersama dengan manusia.
Sebuah penelitian yang dilakukan selama 5 tahun terhadap gagak-gagak yang tinggal di kawasan Seattle, Washington, Amerika Serikat menunjukkan bahwa burung gagak bisa mengingat mana ‘manusia yang berbahaya’ bagi keselamatannya.

Hebatnya, burung ini bisa memberitahukan informasi ini pada anak-anaknya serta gagak-gagak lain.

Menurut John Marzluff, profesor dari University of Washington, kemampuan ini telah membantu spesies itu beradaptasi dengan sukses serta berkembang biak bersama dengan manusia.

“Perilaku setiap individu manusia terhadap hewan sangat berbeda dan berubah-ubah,” kata Marzluff, seperti dikutip dari ABC, 30 Juni 2011. “Berhubung manusia sering hadirkan ancaman bagi hewan, kemampuan mempelajari perilaku sosial ini sangat berguna bagi hewan,” ucapnya.

Pada percobaan, peneliti menggunakan topeng lalu menjebak, mengikat kemudian melepas 7 sampai 15 ekor burung di 5 kawasan yang berbeda di Seattle. Untuk mengetahui dampak penangkapan tersebut, selama 5 tahun kemudian, dilakukan penelitian terhadap perilaku burung itu terhadap orang-orang yang melintas di kawasan lokasi penangkapan.

Peneliti menggunakan topeng ‘penjahat’ atau topeng yang mereka pakai saat menjebak para burung. Setelah itu mereka membandingkannya dengan menggunakan topeng lain yang tidak ada kaitannya dengan penangkapan terhadap para tersebut.

Dalam 2 minggu setelah penangkapan, rata-rata 26 persen gagak ‘memarahi’ orang yang menggunakan topeng penjahat. Mereka mengganggu orang itu dengan mengepakkan sayap dan mengibaskan ekornya. Kadang, tindakan gagak yang pernah disakiti itu dibantu oleh gagak-gagak lain yang bergabung dan mengerumuni ‘penjahat’ tersebut.

Setelah lebih dari setahun, lebih dari 30 persen menyerang orang yang memakai topeng penjahat. Angkanya malah meningkat lebih dari dua kali lipat, yakni mencapai 66 persen setelah tiga tahun dari waktu penjebakan terhadap gagak.

Marzluff menyebutkan, kawasan di mana gagak menyerang manusia yang menggunakan topeng ‘penjahat’ juga semakin meluas. Namun demikian, tidak ada perubahan pada perilaku gagak terhadap manusia yang menggunakan topeng ‘baik-baik’ .

Gagak sendiri di inggris ialah di anggap sebagai hewan atau burung pembawa bencana , karena itu orang inggris selalu menghindara kalau melihat gagak .

Minggu, 05 Juni 2011

Facebook Hapus Akun Janin

 
Seorang ibu kehilangan akun Facebook anaknya yang masih janin.
Akun Marriah Greene di Facebook sudah tak dapat diakses. Otoritas Facebook telah membekukan akun tersebut, mungkin karena Marriah Greene belum lahir.

Adalah sang ibu, Ellie Greene yang membuat akun tersebut. Bersama suaminya, Ellie hanya ingin menjadikan akun itu sebagai semacam jurnal yang melibatkan interaksi teman dan kerabat.

Kantor berita CNN menulis bahwa akun Marriah Greene hanya sebuah wadah yang dipilih Ellie dan suaminya untuk mengumumkan kepada dunia bahwa mereka segera memiliki anak.

Seperti dikutip dari ABC News, sejauh ini, akun Marriah Grrene sudah terhubung dengan lebih 300 akun sebagai teman. Ellie tak menerima semua tawaran berteman, terutama dari akun yang tidak jelas dan aneh. Semua komentar yang tertulis di akun itu pun positif.

Tapi, Facebook mungkin punya pemikiran lain. Meski tak memberi alasan resmi mengenai pemblokiran akun tersebut, Facebook memiliki kebijakan tegas untuk melarang pengguna menyajikan informasi palsu atau membuat akun dengan data orang lain tanpa permisi.

Apa pun alasan Facebook, Ellie tetap tak bisa mengakses akun janinnya sejak 1 Juni lalu. Ia juga menyindir pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, yang membiarkan anjingnya memiliki akun di jejaring sosial terbesar itu.

Dua bulan lalu, seorang blogger di China, Michael Anti, juga mengamuk Facebook gara-gara akunnya ditutup. Ia mempertanyakan mengapa dirinya kalah layak memiliki akun dibandingkan anjing Mark Zuckerberg.

Lewat email, Anti menerima penjelasan dari Facebook bahwa pembekuan akun dilakukan lantaran penggunaan nama palsu. Ia diminta menggunakan nama asli sesuai KTP, Zhao Jing. Ia berang karena nama Michael Anti sudah menjadi identitas profesionalnya selama satu dekade.

Zuckerberg memang membuatkan anjingnya akun di Facebook lengkap dengan foto dan profil. Namun, akun anjing bernama Beast itu dianggap tidak melanggar aturan Facebook karena bukan akun personal, melainkan fan page yang dikhususkan untuk penggemar
VIVAnews

Sabtu, 28 Mei 2011

NASA Akhiri Misi Robot Penjelajah Mars Spirit


Setelah lebih dari satu tahun sejak kehilangan kontak dengan Spirit, robot penjelajah Mars, NASA akhirnya memutuskan untuk menyerah. Per 25 Mei 2011 ini, badan antariksa itu mengonfirmasikan bahwa mereka akan mengakhiri seluruh rencana komunikasi dengan robot itu.

Langkah ini juga memastikan berakhirnya misi robot itu yang telah berlangsung selama 7 tahun terakhir.

Sebelumnya, NASA berharap bahwa musim semi yang segera hadir di planet itu akan membuat Spirit mampu mengisi ulang baterai lewat panel surya yang dimiliki agar mampu melakukan kontak radio. Namun tampaknya, robot itu mengalami kerusakan yang tidak bisa diperbaiki.

Sebagai informasi, di musim dingin terakhir yang melanda Mars, Spirit terpaksa menempuh tugas di temperatur yang sangat membeku.

“Tampaknya kini kita hanya bisa melihat bahwa Spirit merupakan sebuah penjelajah kecil dan mengenang sejumlah sukses dan pencapaian yang telah ia raih selama hidupnya,” kata David Lavery, seorang eksekutif NASA, seperti dikutip dari Engadget, 26 Mei 2011.

Semangat Spirit akan terus hidup, namun bagaimana dengan kelanjutan misi NASA di planet Mars?

Lavery menyebutkan, saat ini Opportunity, penjelajah Mars milik NASA lainnya yang bertugas sejak tahun 2004 lalu masih dalam kondisi baik. Akhir tahun 2011 ini, ia akan ditemani oleh Curiosity, robot penjelajah generasi terbaru yang menggunakan tenaga nuklir, untuk menyelidiki apakah Mars pernah menampung kehidupan.

Sementara itu, jaringan pesawat ruang angkasa NASA juga akan terus mendengarkan sinyal dari Spirit, untuk berjaga-jaga jika ada kejadian luar biasa yang membuat Spirit kembali mampu mengirimkan sinyal radio.

 VIVAnews

White Hole Kemungkinan Hadir di Alam Semesta

Anda pernah mendengar black hole? Ia merupakan sebuah celah gelap di ruang angkasa yang menghisap seluruh benda yang ada di sekelilingnya dan melemparnya ke ruang ketiadaan. Kini sejumlah ilmuwan menyebutkan bahwa pernah ada bukti akan adanya lawan dari black hole.

Kebalikan dari black hole, white hole atau lubang putih tidak menghisap benda di sekeliling namun memuntahkan material yang berasal dari tempat antah berantah ke alam semesta kita.

Alam semesta kita sendiri merupakan tempat yang aneh, dan lubang hitam merupakan salah satu hal yang paling aneh yang hadir di dalamnya. Namun secara matematik, lubang hitam harusnya bisa dibalikkan, artinya, ada sesuatu yang memuntahkan material, tidak menghisapnya.

Dikutip dari Dvice, 27 Mei 2011, lubang putih beroperasi dengan modus yang berbeda dengan lubang hitam. Mereka mendadak muncul untuk masa waktu yang singkat. Mereka kemudian melontarkan sejumlah material ke alam semesta lalu mereka sendiri runtuh, membentuk lubang hitam dan kemudian tidak pernah tampak lagi.

Perilaku lubang putih seperti ini sangat sulit untuk diamati. Namun peneliti yakin bahwa mereka telah menemukan salah satu di antaranya.

Pada tahun 2005 lalu, sebuah tembakan sinar gamma berhasil terekam namun ia tidak hadir bersama dengan supernova yang umumnya memicu hadirnya lontaran sinar gamma tersebut. Ada kemungkinan, ia hadir akibat runtuhnya sebuah lubang putih.

Yang menarik seputar lubang putih adalah pembentukan material mereka serupa dengan apa yang disebut Big Bang, atau yang disebut-sebut merupakan fenomena terbentuknya seluruh alam semesta. Ini membuat white hole disebut juga sebagal ‘Small Bangs’.

White hole tidak memiliki koordinat ruang dan waktu yang pasti dan tidak bisa dideteksi sama sekali. Mereka bisa secara mendadak muncul kapan saja, di mana saja dan melakukan aktivitas mereka sebelum kembali menghilang.

Sejauh ini, keberadaan white hole memang masih bersifat dugaan. Akan tetapi, black hole juga hanya merupakan dugaan sampai keberadaannya benar-benar diketahui pada beberapa dekade terakhir. Dan seperti yang diucapkan oleh fisikawan Murray Gell-Mann, apapun yang tidak dilarang adalah wajib. Artinya, setidaknya dari sudut pandang mekanikal kuantum, lubang putih pasti ada di salah satu sudut alam semesta.

• VIVAnews

Minggu, 15 Mei 2011

Bagaimana Jika Asteroid Besar Tak Hantam Bumi

Apa yang akan terjadi jika asteroid raksasa tidak menghantam planet kita dan memunahkan dinosaurus? Pertanyaan ini sudah mengemuka sejak lama dan kini sudah mulai muncul jawabannya.

Seperti diketahui, ada banyak faktor penyebab musnahnya dinosaurus dari permukaan permukaan Bumi. Namun, gema lonceng kematian bagi hewan terbesar yang pernah hidup itu adalah kedatangan asteroid berukuran sekitar 9,6 kilometer.

Asteroid raksasa itu jatuh di kawasan yang saat ini menjadi semenanjung Yucatan di Meksiko, sekitar 65 juta tahun lalu. Akibat tumbukan asteroid dengan Bumi, di kawasan itu terdapat lubang menganga yang kini disebut sebagai kawah Chicxulub yang berukuran lebar lebih dari 180 kilometer.

Sesaat setelah asteroid menghantam, Bumi dilanda mega-tsunami, kebakaran yang meluas ke seluruh planet serta melontarkan debu dan partikel yang sangat banyak ke langit yang mengakibatkan tertutupnya sinar Matahari selama beberapa tahun dan menyebabkan pendinginan global yang menyebabkan musnahnya dinosaurus dan lebih dari 70 persen spesies makhluk hidup lain.

“Jika meteor itu tidak menabrak Bumi, dan dengan asumsi bahwa tidak ada kejadian pemusnah massal lain terjadi, kehidupan di planet ini kemungkinan masih dikuasai oleh dinosaurus seperti halnya 160 juta tahun sebelum musnahnya hewan tersebut,” kata Damian Nance, profesor geoscience dari Ohio University, seperti dikutip dari Life Little Mysteries, 14 Mei 2011.

Nance menyebutkan, jika dinosaurus tidak punah, primata seperti kita mungkin tidak akan hidup berkembang. Mamalia sendiri sempat berkembang biak bersama dengan perkembangbiakan dinoasaurus. Namun, mereka hanya menempati kawasan ekologi tertentu yang sempit, dan umumnya tumbuh kurang lebih hanya sebesar tikus saat ini.

“Mamalia baru bisa muncul dan berkembang biak secara luas setelah dinosaurus pemakan tumbuhan musnah yang akhirnya membuat para dinosaurus karnivora kehilangan sumber makanan,” kata Nance.

Para peneliti berspekulasi, dinosauroid cerdas juga kemungkinan akan berevolusi bersama dengan manusia. Spekulasi ini berdasarkan pada relatif besarnya ukuran otak dari spesies trodontid, yang ditemukan belakangan, yang merupakan predator serupa burung.

Seperti diketahui, para dinosaurus yang berhasil selamat hingga saat ini, dengan menjadi burung, memang cukup cerdas. Namun tidak cukup cerdas untuk tetap menjadi penguasa kehidupan di Bumi.
• VIVAnews

Minggu, 03 April 2011

ERASE, EROS, dan ERELT




ERASE, EROS, dan ERELT adalah robot-robot yang dikembangkan oleh INTRA (Groupe d'INTervention Robotique sur Accidents). Ketiga robot tersebut khusus dirancang untuk mengatasi kecelakaan nuklir.

ERASE memiliki berat 6 ton dan memiliki manipulator hidraulis yang kuat. Adapun EROS dikhususkan untuk operasi di dalam ruangan.

Sementara itu, ERELT merupakan robot radio relay yang bisa dikontrol dari jarak beberapa kilometer. Pengiriman robot ini dibatalkan karena Jepang mengatakan belum memerlukannya.



vivanews.com

510 Packbots dan 710 Warriors




Kedua robot tersebut dikembangkan oleh iRobot Corporation of Bedford di Massachusetts. Robot ini bisa bergerak lebih lincah daripada Monirobo.

Keduanya mampu menaiki tangga, bahkan Warrior mampu menarik selang. Kelemahan dua robot tersebut adalah tak memiliki lapisan pelindung radiasi.
















Vivanews.com

Rainbow 5



Robot ini merupakan robot pertama produksi Tokyo Fire Department. Diperkenalkan pada tahun 1986, robot ini sebenarnya merupakan robot penyemprot air dan digunakan saat situasi kebakaran terlalu berbahaya bagi manusia.

Robot ini membantu menyemprotkan air dengan selang sepanjang 800 meter langsung ke kolam bahan bakar bekas di reaktor nomor 3 selama 13 jam.



Vivanews.com

Monirobo (Monitoring Robot)



Monirobo didesain untuk bekerja di lingkungan dengan level radiasi yang terlalu tinggi bagi manusia. Robot seberat 600 kg ini memiliki lengan manipulator untuk menyingkirkan rintangan dan mengambil sampel.

Selain itu, robot ini juga dilengkapi detektor radiasi, kamera 3 dimensi, serta sensor temperatur dan kelembaban.

Robot setinggi 1,5 meter ini dikembangkan oleh Pusat Keselamatan Teknologi Nuklir Jepang dan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang setelah peristiwa kecelakaan nuklir Tokaimura pada tahun 1999.

Mampu bergerak dengan kecepatan 2,4 km/jam, robot ini memiliki pelindung anti-radiasi yang diperlukan untuk melindungi sensor dan peralatan elektronik yang dimilikinya.



Vivanews.com

Senin, 07 Maret 2011

Robot' Nanopartikel Atasi Kanker

Sel darah
Perkembangan teknologi di dunia kesehatan semakin melesat. Kini, ilmuwan sukses mengembangkan robot supermini yang dapat mendeteksi kanker sejak dini. Bahkan, robot ini mampu mematikan potensi kanker dalam aliran darah.

Seperti dilansir myfoxla.com, temuan itu diprakarsai sebuah tim peneliti dan pelaku medis dari Caltech, Selasa 23 Maret 2010.

Robot superkecil nanopartikel ini dilaporkan bisa masuk ke dalam aliran darah pasien. Robot itu membawa 'pesan' terapi untuk memusnahkan titik potensi kanker dalam tubuh.

Bahkan seorang doktor dari UCLA menyebut ini adalah teknik yang sangat baru. Doktor UCLA itu juga mengakui bahwa cara ini dapat digunakan tim dokter lainnya.

Nantinya, obat yang digunakan bisa 'menumpang' robot nanopartikel menuju target. Karena hingga kini, dia mengakui ukuran target sangat kecil bahkan terlalu tersembunyi dan sangat riskan.

Sebelumnya, terapi rekayasa genetik ini untuk memasukkan sel tumor demi menghambat perkembangan produksi protein penyebab kanker. Hasil penelitian berpotensi mencegah dan mengobati kanker.

Demikian disampaikan Kepala peneliti, Gregory Adams, dari Fox Chase Cancer Center Philadelphia.

"Ini adalah sesuatu yang kita nantikan. Rekayasa gen secara langsung mendorong kanker menghentikan produksi protein tertentu," ucapnya tanpa menyebutkan jenis RNAi yang dimaksud.
• VIVAnews

Robot’ yang Dikontrol Lewat Pikiran

Helm khusus untuk mengontrol 'robot' lewat pikiran
Sekelompok peneliti asal Northeastern University, Boston, Amerika Serikat mengerjakan antarmuka komputer yang bisa menerjemahkan sinyal dari otak lewat helm khusus.

Lewat helm yang dibuat, pengguna bisa mengirimkan perintah ke komputer, cukup dengan memikirkan perintah tersebut.

Para peneliti tersebut telah membuat pula program komputer khusus yang membagi layar menjadi empat kuadran. Dengan memandangi kuadran tertentu dalam jangka waktu yang cukup lama, komputer bisa mengenali kuadran yang bersangkutan.

Saat ini, jumlah kontrol memang terbatas hanya pada empat pilihan. Akan tetapi, seperti dikutip dari TGDaily, 13 Juli 2010, peneliti menyebutkan bahwa itu sudah cukup. Misalnya, bagi orang lumpuh yang ingin mengontrol kursi roda.

Peneliti juga mengklaim bahwa aplikasi yang mereka kembangkan juga bisa membantu mengontrol peralatan rumah tangga. Sinyal bisa dikirim secara wireless ke robot kecil untuk melakukan berbagai perintah yang bisa dimonitor oleh pengguna lewat jendela yang terpisah di layar komputer.

Meski masih sangat sederhana, ‘robot’ yang dikontrol lewat pikiran ini menarik untuk dikembangkan lebih lanjut
• VIVAnews

Jumat, 04 Maret 2011

Gagal mengorbit , satelit NASA jatuh kebumi

Taurus XL
Sebuah roket yang membawa satelit pemantau iklim terbaru NASA gagal mencapai orbit. Roket dan satelit yang dibawanya jatuh kembali ke Bumi, kemungkinan di sekitar Samudera Pasifik. Penyebabnya, kerucut di hidung roket yang melindungi satelit --disebut dengan fairing-- gagal memisahkan diri pada waktunya.

Roket tersebut, Taurus XL booster dengan empat tingkat, diluncurkan dari landasan peluncuran Vandenberg Air Force Base di California, AS, Jumat, 4 Maret 2011, pukul 02.09 dini hari waktu setempat, atau sekitar pukul 17.09 WIB.

Ia membawa satelit Glory milik NASA seharga US$424 juta yang berfungsi untuk mempelajari iklim planet Bumi.

“Kami sangat terpukul. Namun, akan kembali berusaha meluncurkan satelit itu ke orbit,” kata Ron Grabe, Manager Orbital Sciences Launch Systems Group NASA, seperti dikutip dari Space, Sabtu, 5 Maret 2011.

Taurus XL merupakan roket yang memiliki empat lapis pendorong berbahan bakar padat dengan tinggi 27 meter dan mampu membawa objek seberat 1.590 kilogram ke orbit bawah Bumi. Roket ini merupakan versi darat dari Pegasus Booster, roket yang diluncurkan dari pesawat.

Kegagalan ini pernah terjadi sebelumnya pada roket Taurus pada 2009 dan menyebabkan gagalnya misi pengiriman satelit pemantau iklim milik NASA. Roket itu dibuat oleh Orbital Sciences Corp, perusahaan berbasis di Virginia, Amerika Serikat.

“Masih terlalu dini untuk menyebutkan bahwa kegagalan ini sama dengan yang terjadi pada peluncuran pada 2009,” ujar Grabe. “Saat ini, kami sedang melacak apa yang menyebabkan kegagalan sistem pemisahan fairing di roket,” ucapnya.

Akibat tidak terpisahnya fairing, roket Taurus XL tak sanggup membawa beban yang terlalu berat hingga ke orbit yang dituju yakni 705 kilometer di atas permukaan laut. Karena ia tidak sanggup menempuh kecepatan yang dibutuhkan untuk mencapai orbit, ia jatuh kembali ke Bumi.
• VIVAnews